Berita, Program

Tahun Ini Unsyiah Fokus Kuatkan Daya Saing Regional

Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal M.Eng dan Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik University of the Ryukyus, Prof Hideo Yamasaki PhD di ruang mini Rektor Unsyiah, saat menandatangani MoU antara Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP Unsyiah) dengan University of the Ryukyus Jepang.

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) tahun 2018 ini merencanakan lebih fokus pada penguatan daya saing regional. Hal ini selaras dengan rencana yang terdokumentasi dalam Masterplan Unsyiah Periode ke-3 (2017- 2021). Beberapa capaian yang ditargetkan dalam periode ini berorientasi pada peningkatan kiprah Unsyiah di level regional atau internasional, seperti akreditasi internasional, program studi internasional, serta kerja sama riset internasional.

Hal ini disampaikan Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, di ruang kerjanya, Selasa (2/ 1), ketika ditanya tentang proyeksi Unsyiah di masa depan. Hingga tahun 2017, banyak target yang telah dicapai oleh institusi jantung hati rakyat Aceh ini. Salah satu pencapaian yang sangat fenomenal adalah lompatan akreditasi institusi dari nilai C ke nilai A pada tahun 2015. Lompatan nilai Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang baru pertama terjadi di Indonesia ini sekarang dijadikan referensi oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia. Hingga tahun 2017, tak kurang dari 18 perguruan tinggi telah datang ke Unsyiah untuk mempelajari metode dan skema kerja efektif yang membuat Unsyiah berhasil mencapai lompatan nilai sehebat itu. Oleh karena itu, tahun ini Unsyiah mulai mempertimbangkan akreditasi institusi tingkat ASEAN.

Nilai akreditasi Unsyiah merupakan cerminan dari sistem manajemen dan tata kelola yang berlangsung di Unsyiah. Hal ini juga dibuktikan dengan perolehan sertifikat ISO 9001:2008 kepada UPT Perpustakaan Unsyiah serta ISO 9001:2015 kepada Biro Akademik, Biro Perencanaan dan Humas, serta Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Unsyiah.

Infografis Capaian Unsyiah (Istimewa)

Target berikutnya yang mulai diperjuangkan saat ini Tahun Ini Unsyiah Fokus Kuatkan Daya Saing Regional adalah sertifikasi proses pengujian di laboratorium. Semua sistem tata kelola yang berlangsung di Unsyiah tersebut dibuka untuk publik. Keterbukaan publik tersebut juga dibuktikan dengan keberhasilan Unsyiah meraih peringkat pertama untuk keterbukaan informasi publik kategori perguruan tinggi se- Aceh. Pencapaian Unsyiah hingga tahun 2017 tidak hanya di bidang tata kelola dan manajemen. Salah satu indikator utama kemajuan perguruan tinggi adalah jumlah riset dan publikasi. Sejak tahun 2012, jumlah publikasi Unsyiah meningkat tajam, yaitu dari hanya 69 judul publikasi di jurnal berindeks Scopus menjadi 1.025 judul pada akhir tahun 2017.

Untuk hal ini, Unsyiah bahkan dinobatkan menjadi perguruan tinggi terbaik ke-4 di Indonesia oleh The Schimago Institutions Rankings. Dalam periode ini, target awal Unsyiah adalah menelurkan 50 judul publikasi berindeks Scopus setiap tahun. Namun begitu, dalam beberapa tahun terakhir jumlah judul terindeks Scopus dari Unsyiah bahkan melebihi 100 judul per tahun. Prestasi ini juga membawa Unsyiah menempati peringkat pertama di Sumatera dalam SINTA (Science and Technology Index) yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan Tinggi. Seluruh pencapaian Unsyiah di atas dimungkinkan karena didukung oleh sumber daya manusia yang juga membaik secara signifikan jika dibandingkan tahun 2012. Pada saat itu jumlah dosen bertitel profesor dan doktor masing-masing hanya 40 orang dan 301 orang yang berkiprah di 92 program studi. Hingga akhir 2017, jumlah profesor dan doktor di Unsyiah masing-masing menjadi 49 orang dan 498 orang. Sementara jumlah program studi (prodi) juga
meningkat tajam menjadi 132, terdiri atas level diploma hingga S3.

Infografis Capaian Unsyiah (Istimewa)

Mengingat tingginya harapan masyarakat kepada Unsyiah, maka berbagai upaya dilakukan oleh institusi ini untuk terus memperbaiki kinerjanya. Salah satunya adalah melalui peningkatan fasilitas fisik. Saat ini sedang berlangsung pembangunan besar-besaran tiga fakultas di Unsyiah, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), serta Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP). Pembangunannya didanai oleh Saudi Fund for Development, termasuk pendanaan untuk pembelian peralatan laboratorium serta kebutuhan kelas. Proyek ini direncanakan akan rampung pada akhir tahun 2018. Jika selesai nanti, dipastikan ketiga bangunan yang dibangun serempak itu merupakan yang paling monumental di Unsyiah.

Profesor Samsul Rizal mengatakan, semua capaian yang telah berhasil diraih tersebut bukan merupakan kinerja seorang rektor saja, tapi merupakan hasil nyata dari kesamaan visi, kerja keras, kebersamaan, kekompakan, serta doa semua pihak, terutama civitas akademika Unsyiah. Samsul mengajak semua pihak untuk tetap kompak, bergandeng tangan, demi membawa Unsyiah menjadi salah satu institusi yang inovatif, mandiri, dan terkemuka di masa depan. “Jika kita semua satu visi, dengan tetap menjaga semangat kejujuran, keikhlasan, dan kebersamaan, saya yakin, tidak ada yang tak mungkin untuk kita capai,” pungkas Samsul. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *