Berita

Rektor Unsyiah Dukung Pelajaran Agama Disamakan

BANDA ACEH – Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal sangat setuju dan mendukung Pemerintah Aceh menyamakan mata pelajaran agama Islam di sekolah umum, mulai PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK di Aceh, sama seperti di madrasah. Dengan demikian, melalui Kurikulum Aceh Islami ini, nantinya di sekolah umum, juga ada pelajaran Quran dan Hadist, Akidah dan Akhlak, Fikih, Sejarah Islam dan Bahasa Arab.

Rektor Unsyiah menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda Msi di Banda Aceh, Kamis (26/4). Pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga, Tgk H Hasanoel Bashry atau lebih dikenal Abu Mudi yang juga ikut dalam pertemuan itu juga menyampaikan hal yang sama.

Samsul Rizal mengatakan beberapa tahun lalu, Unsyiah awalnya sempat dikomplain para guru SMA/SMK karena mengumumkan hasil survei tim penerimaan mahasiswa baru Unsyiah. Bahwa terungkap dalam uji baca Quran terhadap calon mahasiswa baru, 80 persen di antaranya tak lancar membaca Quran. “Tetapi ketika kita menunjukkan bukti hasil survei dan meminta mahasiswa baru untuk membaca Alquran di hadapan para guru SMA/SMK yang hadir, terbukti banyak mahasiswa baru tidak lancar membaca Alquran, sehingga baru mereka percaya,” kata Samsul.

Atas dasar itu, kata Samsul baru kemudian sejumlah SMA/SMK melakukan uji baca Quran dalam penerimaan siswa baru dan tentu hal ini tak berlaku bagi siswa nonmuslim. Begitu juga ketika Kurikulum Aceh Islami ini nanti sudah berlaku. “Jadi, jika mulai tahun ini Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh dibantu Kanwil Kemenag Aceh menerapkan Kurikulum Aceh Islami yang di dalamnya ada mata pelajaran Alquran dan Hadist, Bahasa Arab, Akidah Akhlak, Fikih, dan sejarah Islam, saya sangat setuju,” kata Samsul.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda mengatakan penerapan Kurikulum Aceh Islami ke sekolah umum sudah dicanangkan DPRA sejak 2014. Tapi, saat itu karena pemerintahannya kurang merespon karena berbagai alasan, antara lain soal anggaran untuk penambahan guru, makanya program ini belum berjalan. Kemudian, tahun ini, Komisi V DPRA yang membidangi pendidikan kembali memunculkan program tersebut. Pihaknya sudah memanggil Kadisdik Aceh, Laisani dan Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh untuk membantu pelaksanaan kurikulum ini di sekolah umum mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

“Pihak Dinas Pendidikan Aceh dan Kakanwil Kemenag dalam pertemuan dengan Komisi V DPRA berjanji akan menerapkan Kurikulum Aceh Islami itu secara bertahap mulai tahun ajaran baru 2018-2019 dan kami menunggu janji itu terealisasi mulai Juli 2018 di awal tahun ajaran,” ujar Sulaiman Abda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *