slider

Kisah Profesor Samsul Rizal

Banda Aceh – Bagi Prof Samsul Rizal ilmu sudah menjadi candu dan penting, setiap lulus satu tingkatan, dia ingin meraih tingkatan selanjutnya, meski sudah digelar guru besar dan menjadi rektor tak memupuskan hasratnya untuk menuntut ilmu.

Pria yang terkenal murah senyum dan ramah ini lahir dan besar dari keluarga yang sederhana di Idi Rayeuk, Aceh Timur, 8 Agustus 1962 silam. Samsul Rizal dikenal anak yang giat dan rajin.

Sejak kecil, Samsul Rizal terbiasa hidup prihatin. Sang ayah, yang berprofesi pedang itu berpenghasilan pas-pasan. Karenanya, Samsul Rizal setiap pulang sekolah membantu ayahnya berjualan kebutuhan sehari-hari keluarga dan biaya sekolah.

Pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh Timur. Begitu lulus dari SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Dia mengambil jurusan Teknik.

Samsul Rizal lulus S1 dengan predikat memuaskan. Karena nilai bagus dan semangat belajar yang tinggi, dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan magister atau S2.

Beasiswa ini dimanfaatkan dengan baik, Samsul berhasil menamatkan S2 di Master of Mechanical Tohoyasi, University of Technologi Jepang tepat waktu.

Samsul Rizal memiliki prestasi yang bagus, pada 2001 lalu dia menyelesaikan program doktor di bidang Struktural Integrity Jepang.

Prestasi akademiknya tergolong bagus. Pada 1994 ia mendapatkan dosen teladan pertama di Fakultas Teknik Unsyiah dan dosen teladan kedua di tingkat universitas. Pada 2004 ia juga terpilih sebagai peneliti terbaik pertama di Unsyiah.

Pada tahun 2006 ia dipercaya sebagai Pembantu Rektor I. Saat itu tampuk pimpinan Rektor Unsyiah dipegang Profesor Darni Daud.

Sejak menjadi Pembantu Rektor I, Samsul Rizal dikenal sebagai pemimpin yang sangat mudah ditemui dan diajak berdiskusi oleh dosen dan mahasiswa. Komitmennya terlihat ketika ia menyampaikan kesiapannya menjadi pelayan bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan, dan siap ditemui kapanpun.

Pada 2012 Samsul Rizal diberikan kepercayaan oleh Senat Unsyiah untuk memimpin kampus yang dijuluki Jantong Hatee Rakyat Aceh itu, sesuai dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137/MPK.A4/KP/2012 tertanggal 29 Maret 2012.

Sejak menjadi Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal mampu mengubah status kampus itu dari akreditasi universitas dari C menjadi A. Selain itu sejumlah prodi di kampus Jantong Hate Rakyat Aceh itu juga mampu ditingkatkan menjadi A.

http://mediaaceh.co/2017/07/20/27045/kisah-profesor-samsul-rizal-hidup-dari-keluarga-sederhana-hingga-jadi-rektor-unsyiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *