Opini

Arah Baru Unsyiah

PERJALANAN panjang membangun Unsyiah tidaklah mudah, tentunya banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi. Perjalanan sudah cukup lama, baru saja Universitas Syiah Kuala memperingati Dies Natalis yang ke-56 yang diawali dengan rangkaian acara pelepasan ribuan peserta sepeda santai (fun bike) di Lapangan Tugu Unsyiah, Minggu (13/8). Selama rentang waktu tersebut, banyak perkembangan yang sudah dilakukan di kampus ini.
Pembaharuan ke arah maju dapat terlihat dari rekam jejak publik, semakin banyak sarana dan prasarana baru yang dibangun dan direnovasi seperti gedung Perpustakaan Prof Abdullah Ali Unsyiah yang sudah diperbaharui sistem keamanan serta katalog terbaru dengan penambahan buku-buku yang semakin banyak.
Kualitas pelayanan di pustaka ini juga semakin meningkat serta penambahan berbagai fasilitas yang didesain khusus untuk membuat pengunjung semakin nyaman. Selain itu, perpustakaan ini juga sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008, yang artinya sudah berlevel Internasional.
Pembangunan infrastruktur gedung juga sedang gencar dilakukan Unsyiah. Saat ini, Unsyiah sedang membangun gedung baru untuk tiga fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) dengan nilai total Rp314,7 miliar. Pembangunan ini sendiri ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menristekdikti, Prof Muhammad Nasir di Kampus FMIPA Unsyiah, Senin (15/5).
Sementara untuk tahun ajaran 2016/2017 ini, Unsyiah juga sudah membuka lima prodi baru yang terdiri dari empat prodi S1, yaitu Kehutanan, Teknik Komputer, Proteksi Tanaman, serta Perencanaan Wilayah dan Kota. Sedangkan satu prodi lagi untuk jenjang S-2 yaitu Prodi Magister Teknologi Industri Pertanian.
Secara keseluruhan, saat ini Unsyiah sudah memiliki 83 prodi sarjana (S1), 28 prodi magister, dan tujuh prodi doktor bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di kampus ini. Jumlah tersebut bisa dikatakan sudah lumayan cukup untuk menampung berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan untuk diaplikasikan dalam lingkup masyarakat di Aceh.
Selain itu, sebagaimana dikatakan Rektor Unsyiah sendiri, Prof Samsul Rizal, Unsyiah sudah banyak meraih prestasi yang cukup membanggakan. Salah satunya adalah peningkatan nilai akreditasi Unsyiah dari C ke A.
Dilansir Serambi, 14/9/2017, Samsul Rizal mengatakan sudah ada sekitar 18 universitas dari luar Aceh yang datang untuk mempelajari cara, metode, dan semangat Unsyiah dalam mencapai nilai akreditasi yang naik siginifikan ini.
Dampak positif membenahi Unsyiah menuai hasil, dimana berdasarkan peringkat di Webometrics, untuk universitas yang ada di Indonesia, per Oktober 2017, Unsyiah berada di posisi 11 nasional untuk publikasi ilmiah internasional bereputasi yang disitasi oleh para akademisi, di mana peringkat di atasnya ditempati universitas-universitas nasional seperti UI, UGM, ITB, IPB, dan Unpad.
Selain itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh The Scimago Institutions Rankings (SIR) adalah pemeringkatan perguruan tinggi/Institusi penelitian di dunia dengan menggunakan tiga indikator, pertama faktor penelitian, sumber data scopus (50%). Kedua, faktor Hasil Inovasi, sumber data hasil paten (30%) dan ketiga, faktor dampak sosial, sumber data media web masing-masing PT (20%). Hasilnya kampus Unsyiah menjadi kampus terbaik nomor empat di Indonesia atau ranking 661 di dunia. Peringkat pertama diduduki oleh Intitut Teknologi Bandung (ITB), peringkat kedua Universitas Indonesia (UI), ketiga Universitas Gajah Mada (UGM) dan peringkat empat Unsyiah.
Loncatan Akreditasi C ke A
Sebelumnya, pada masa kepemimpinan rektor Darni Daud, akreditasi Unsyiah masih berstatus C. Lalu, pada 2012 Samsul Rizal yang pada saat itu masih menjabat sebagai Pembantu Rektor I diangkat oleh Senat Unsyiah menjadi rektor berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor 137/MPK.A4/KP/2012 tertanggal 29 Maret 2012.
Seiring perkembangan waktu, pada 2015 lalu Unsyiah resmi mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang tercantum dalam SK BAN-PT Nomor 736 Tahun 2015 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi yang diterima Unsyiah, Kamis, 6/8/2015 lalu.
Perjuangan Unsyiah sendiri untuk memperbaiki nilai akreditasi institusinya ini sudah dimulai sejak 2009 lalu. Namun, persiapan dan pengisian borang (formulir) akreditasi baru dilakukan sejak 2013 lalu setelah Rektor Unsyiah, Samsul Rizal menunjuk tim Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unsyiah yang diketuai Dr Syahrunnur Madjid.
Selain itu, hal ini juga tak terlepas dari program Higher Education Leadership and Management (HELM) yang dijalankan Unsyiah dan merupakan program kerja sama Kemristekdikti dengan United States Agency for International Development (USAID).
Kerja sama ini dimulai pada 2011 dan berakhir tahun 2016 lalu itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta performa pendidikan tinggi di Indonesia dengan mendukung institusi dan kemampuan dalam bidang kepemimpinan, administrasi, menajemen finansial, sampai penelitian dengan tujuan untuk meraih kampus kelas dunia.
Sebagaimana dilansir portal Ristekdikti, Kamis, 22/9/2016, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwigno menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hal yang penting bagi pendidikan tinggi untuk menciptakan sistem yang mendukung akses pada sumber data, jaringan serta pengembangan profesional serta manajemen dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di Unsyiah sendiri.
Prestasi ini tentulah menjadi hal yang membanggakan bagi Unsyiah mengingat sebelumnya hanya mendapatkan akreditasi C. Seiring dengan hal tersebut, berbagai pembenahan dan perbaikan terus diupayakan Unsyiah agar menjadi lebih baik.
Upaya ini juga dilakukan untuk mewujudkan Visi Unsyiah menjadi universitas yang inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan lulusan berkualitas.
Rektor Unsyiah, Samsul Rizal menyatakan bahwa saat ini Kemenristekdikti menilai Unsyiah sudah meraih nilai sempurna untuk kategori akademik dan sumber daya manusia (SDM), namun dinilai masih rendah dalam kategori kemahasiswaan dan penelitian.
Karena itu, dibutuhkan sivitas akademika yang memiliki inovasi untuk meningkatkan kemajuan universitas di antaranya terkait kualitas lulusan universitas serta publikasi penelitian oleh sivitas akademika Unsyiah sendiri.
Berdasarkan Portal Data Unsyiah, saat ini ada sebanyak 1.488 dosen di Unsyiah, terdiri dari 116 Tenaga Pengajar, 287 Asisten Ahli, 582 Lektor, 458 Lektor Kepala, dan 45 Guru Besar. Dari jumlah tersebut, 34 orang memiliki kualifikasi S1, 1.004 orang dengan kualifikasi S2, dan 450 dengan kualifikasi S3.
Tentunya, dengan jumlah tenaga dosen sebanyak itu diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan dan pendidikan di Unsyiah menjadi lebih baik. Walau Unsyiah sudah mendapatkan akreditasi A, berbagai upaya untuk menjadikan Unsyiah lebih baik di masa yang akan datang tentu masih harus terus dilakukan.
Di bawah kepemimpinan Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, semangat untuk terus berbenah ini harus tetap dijaga. Sebagaimana disampaikan Samsul Rizal sendiri setelah Unsyiah mendapatkan akreditasi A, dia berharap semangat untuk menjaga kualitas pelayanan akademik di Unsyiah tetap terpelihara seperti saat berjuang untuk mendapatkan nilai A.
Selain itu, dengan kompetensi civitas akademika yang beragam di Unsyiah, juga diperlukan kerja sama yang kuat untuk membangun universitas, terutama dalam rangka meningkatkan akreditasi lintas fakultas dan prodi. Upaya ini baru bisa terwujud jika para pejabat kampus di fakultas dan prodi serius untuk mengedepankan perbaikan kualitas serta bekerja profesional untuk pengembangan Unsyiah.
Salah satu terpenting Unsyiah harus berinovasi melakukan pengembangan lapangan kerja bagi lulusannya. Caranya dengan membuat program ekonomi kreatif, tentunya diperlukan pendampingan ekstra ketat sehingga melahirkan entrepreneur (pengusaha). Disinilah wujud peran kampus membantu berkontribusi membuat perubahan bagi daerahnya.
Karena itu, melalui momentum milad Unsyiah yang sudah lebih dari setengah abad ini, kita berharap semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan Unsyiah yang dipimpin Samsul Rizal ini agar tidak pudar dan semakin baik. Dengan begitu, harapan untuk menjadikan Unsyiah menjadi kampus yang terkemuka di Asia Tenggara bisa terwujud di masa yang akan datang.

Arah Baru Unsyiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *