Berita

Samsul Rizal Terpilih Lagi, Ini Dia Rektor Unsyiah dari Masa ke Masa

Kolase foto para Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dari masa ke masa

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Hari ini, Senin (5/2/2018), Universitas Syiah Kuala kembali memilih rektor, seorang profesor yang akan menahkodai kampus itu selama satu periode atau kurang lebih empat tahun.

Sebanyak 82 anggota senat kampus itu, melakukan pemilihan secara tertutup di Balai Senat Gedung Rektorat Unsyiah pada pukul 10.30 WIB tadi.

Suara 82 anggota senat itu merupakan 65 persen dari total suara untuk pemilihan rektor. Sisanya, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menrsitek Dikti) punya kuasa. Sang Menteri berhak 35 persen dalam pemilihan.

Tiga nama calon bersaing ketat, mereka adalah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng (Fakultas Teknik), Dr nat tech Syafruddin SP MP (Fakultas Pertanian), dan Dr dr Syahrul SpS- (K) (Fakultas Kedokteran).

Ketiga calon itu ditetapkan setelah dipilih oleh tim senat dalam tahapan penjaringan calon, 11 Desember 2017.

Sekitar pukul 13.00 WIB tadi, pemilihan pun selesai. Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng keluar sebagai pendulang suara terbanyak. Ia meraih 81 suara. Berikutnya Dr dr Syahrul SpS- (K) 41 suara, dan Dr nat tech Syafruddin SP MP 3 suara.

Itu artinya, Samsul Rizal akan memimpin kampus itu yang kedua kalinya.
Bertepatan dengan hari pemilihan Rektor Unsyiah hari ini, Serambinews.commenelusuri sejarah tentang kampus Unysiah, terutama nama-nama rektor yang pernah memimpin dari masa ke masa.

Hasil penelusuran Serambinews.com dari berbagai sumber, nama Universitas Syiah Kuala diambil dari nama seorang ulama besar Aceh, yakni Syekh Abdurrauf As-Singkili.

Ia dikenal dengan gelarnya Teungku Syiah Kuala. Ulama yang hidup antara 1615-1693 tersebut, memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara (Indonesia).

Dilansir dari laman http://www.unsyiah.ac.id/profil/sejarah, Unsyiah berdiri pada 2 September 1961 dengan surat keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 tahun 1961, tanggal 21 Juli 1961.

Pendirian Unsyiah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 161 tahun 1962, tanggal 24 April 1962 di Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Pendirian Unsyiah diawali dengan pembentukan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) pada 21 April 1958 yang dibentuk untuk mengadakan pembangunan dalam bidang rohani dan jasmani guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat.

Program yayasan ini juga diketahui mendirikan perkampungan pelajar atau mahasiswa atau yang saat ini dikenal dengan Kopelma (Kota Pelajat dan Mahasiswa) Darussalam.

Kota Pelajar Mahasiswa Darussalam secara resmi dibuka Presiden Soekarno pada 2 September 1959. Kala itu, sekaligus dibuka Fakultas Ekonomi sebagai fakultas pertama atau cikal-bakalnya kampus Universitas Syiah Kuala.

Lalu, siapa Rektor Unsyiah pertama? Dari banyak sumber hasil penelusuran Serambinews.com, saat pertama didirikan, Unsyiah dipimpin seorang kolonel yang juga merupakan Panglima Daerah Militer I Iskandar Muda kala itu. Dia adalah Kolonel M Jasin.

Namun, sebutan untuk pimpinan tertinggi Usnyiah saat itu bukan rektor, melainkan Pejabat Presiden Unsyiah. Kolonel M Jasin ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno, ia menjabat sejak 1961-1963.

Selanjutnya, Drs Marzuki Nyakman yang menjabat periode 1963-1965. Periode itu juga belum disebutkan sebagai rektor, tapi sebagai Ketua Presedium Unsyiah menggantikan Kolonel M Jasin.

Penyebutan Rektor Unsyiah baru mulai pada tahun 1965, saat Prof Dr A Madjid Ibrahim menjabat. Gubernur Aceh ke-11 itu menjabat sebagai rektor selama delapan tahun, terhitung sejak 1965-1973.

A Madjid Ibrahim kemudian digantikan oleh Prof Dr Ibrahim Hasan MBA, periode 1973-1983. Ibrahim Hasan kemudian juga menjabat Gubernur Aceh ke-13.

Setelahnya, jabatan rektor jatuh kepada Prof Dr H Abdullah Ali MSc. Ia menjabat pada periode 1983-1991. Abdullah Ali kemudian digantikan oleh Prof Dr H M Ali Basyah Amin MA, terhitung sejak 1991-1995.

Periode selanjutnya, yakni 1995-2001 dijabat Prof Dr H Dayan Dawood MA. Dayan Dawood kemudian digantikan oleh pejabat selanjutnya, karena ia meninggal dunia, akibat ditembak dua orang pengendara sepeda motor di Jalan Teuku Nyak Arief, kawasan Lampineng, Banda Aceh, Kamis 6 September 2001 sekitar pukul 14.50 WIB.

Kabar tertembaknya Dawan Dawood meluas ke seluruh pelosok negeri ini kala itu. Meninggalnya Dawan Dawood dalam masa memimpin kampus Unsyiah, cukup membuat masyarakat Aceh kehilangan.

Dayan Dawood kemudian digantikan oleh Prof Dr Ir H Abdi A Wahab MSc periode 2001-2006. Selanjutnya periode 2006-2014 digantikan oleh Prof Dr H Darni M Daud. Namun pada 2012, Darni harus mundur dari jabatan fungsionalnya itu, karena maju sebagai calon Gubernur Aceh periode 2012-2014 berpasangan dengan salah satu Dosen UIN Ar-Raniry, Ahmad Fauzi.

Sejak 2012, Rektor Usnyiah kemudian dijabat oleh Prof Dr Samsul Rizal MEng. Ia menjabat hingga 2018. Dan hari ini, Senin (5/2/2018), Prof Dr Samsul Rizal MEng kembali terpilih sebagai orang nomor satu di kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh, setelah mendulang suara sebanyak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *