Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah: Prof Samsul Rizal Sosok yang Jujur, Ikhlas dan Kebersamaan

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala Banda Aceh diakui sebagai universitas yang sedang berkembang, setelah berhasil menyandang Akreditasi A. Universitas Syiah Kuala kini sudah menjadi salah satu kampus yang rujukan banyak univesitas di Pulau Jawa dan Sumatera. Mereka ingin belajar banyak pola kepemimpinan Rektor Univesitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal, yang mampu membawa perubahan kampus

Mengukur Keberhasilan Unsyiah

BANDA ACEH – Perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam pembangunan negara dan bangsa. Seiring perkembangan zaman perguruan tinggi harus berbenah dalam menghadapi tantangan global yang semakin ketat dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini membutuhkan dukungan semua sektor baik internal dan eksternal kampus. Univesitas Syiah Kuala (Unsyiah) merupakan universitas pertama dan tertua

Upaya Unsyiah Membangun Kapasitas Pengetahuan Kebencanaan

Di samping mendatangkan duka dan nestapa, harus diakui bahwa bencana tsunami 2004 mendatangkan banyak inspirasi dan cara pandang baru dalam kita menatap masa depan. Pascatsunami 2004, paradigma bangsa ini menghadapi bencana berubah total, dari responsif menjadi preventif. Tsunami juga meredupkan api pertikaian, menumbuhkan kesepahaman berbagai pihak untuk menyemai perdamaian di Aceh. Dalam konteks Universitas Syiah

Arah Baru Unsyiah

PERJALANAN panjang membangun Unsyiah tidaklah mudah, tentunya banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi. Perjalanan sudah cukup lama, baru saja Universitas Syiah Kuala memperingati Dies Natalis yang ke-56 yang diawali dengan rangkaian acara pelepasan ribuan peserta sepeda santai (fun bike) di Lapangan Tugu Unsyiah, Minggu (13/8). Selama rentang waktu tersebut, banyak perkembangan yang sudah dilakukan di

Memaknai Akreditasi A Unsyiah

UNIVERSITAS Syiah Kuala (Unsyiah) pada 6 Agustus 2015 lalu, mendapatkan legal resmi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk menyandang akreditasi terbaik dalam rank penilaian perguruan tinggi yaitu Akreditasi A. Semua pihak riuh rendah dalam euforia kesenangan. Betapa tidak dengan mendapatkan Akreditasi A “si jantong hate” telah membuktikan bahwa Aceh setara dengan wilayah ibu

Unsyiah; Antara Akreditasi dan Kredibilitas

Kabar tentang keluarnya akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk Unsyiah amat menghebohkan. Banyak yang bangga dan gembira. Sebagai “jantung hati” rakyat Aceh, pencapaian Unsyiah ini amat membahagiakan. Masyarakat Aceh harus berterima kasih kepada segenap civitas akademika Unsyiah. Pencapaian ini tidaklah mudah. Tidak juga datang serta merta tanpa kerja keras pihak

Program Kegiatan

PROGRAM KEGIATAN DAN PRIORITAS ORGANISASI/TATAKELOLA Persiapan implementasi BLU melalui penguatan unit generating revenue dan unit komersial berbasis IPTEK dan sumberdaya local Implementasi Renstra tahap III: Daya Saing Regional sebagai target capaian mutu Reformasi manajemen tatakelola: tertib, professional, dan pelayanan prima berbasis ISO Implementasi manajemen keuangan good and clean governance berbasis transparansi dan akuntabel, Penguatan sisitem evaluasi bidang akademik (e-academic),

7 Kebijakan Kesejahteraan

Tujuh (7) kebijakan KESEJAHTERAAN Terkait dengan peningkatan kesejahteraan seluruh sivitas akademik dan non akademik Unsyiah kedepan, yaitu: Memeperkuat unit-unit generating revenue untuk peningkatan pendapatan guna mengisi era BLU, Mendirikan unit-unit usaha yang berbasis pada IPTEK dan keunggulan local untuk mendukung kinerja serta kesejahteraan dosen dan tendik. Menyusun peta diknaga untuk memperkuat penempatan jabatan berdasarkan prestasi dan kebutuhan,

Guru Besar dari AS Beri Kuliah Umum di Unsyiah

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Yayasan Yap Thiam Hien, Rabu (6/12), mengadakan kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Prof Eric Stover, Human Rights Center dari University of California Berkeley School of Law, Amerika Serikat (AS), yang tampil sebagai pemateri membahas tentang penyelidikan forensik terhadap korban pelanggaran hak asasi